Sunday, November 3, 2024

Meningkatkan Keamanan Informasi

Rangkuman TIK #7

Meningkatkan Keamanan Informasi


1. Penggunaan Fitur Keamanan pada Sistem Operasi

Salah satu fitur keamanan pada sistem operasi yaitu fitur keamanan yang ada pada Windows 10. Windows 10 memiliki fitur Windows Security. Fitur ini dapat digunakan untuk memproteksi peranti dan data yang ada pada komputer. Beberapa fiturnya yaitu, pertama ada "Virus and threat protection" untuk memonitor/memantau ancaman keamanan di peranti yang kalian miliki. Kedua yaitu "Account protection" yang menyediakan akses login dengan bermacam pilihan dan settings. Ketiga adalah "Firewall and network protection" yang mengelola setelan firewall dan memonitor kegiatan dan aktivitas yang terjadi. Keempat yakni "App control and browser" untuk mengatur Microsoft Defender SmartScreen yang digunakan untuk membantu melindungi peranti dari bahaya. Ada juga banyak lainnya yang tersedia pada Windows Security.

2. Penggunaan Fitur Keamanan pada Peramban

Ketika kalian searching di internet, pasti ada kemungkinan untuk tersusupi oleh berbagai ancaman. Namun, dengan berkembangnya teknologi keamanan informasi, perangkat lunak peramban menjadi makin aman. Ada beberapa fitur penting dari peramban yang harus kalian ketahui. Pertama, periksalah alamat situs. Kedua, yakinkan simbol keamanan. Ketiga, lakukanlah pembaruan berkala pada peramban.

3. Pelacakan pada Peramban

Saat kalian menggunakan peramban untuk searching di internet, seluruh riwayat penjelajahan kita akan disimpan oleh peramban. Semua situs web yang kalian kunjungi dan jelajahi akan disimpan dalam cookie di peramban. Pelacakan dan penyimpanannya pada cookie digunakan untuk memaksimalkan kinerja dari peramban. Namun, data pada cookie juga dapat digunakan untuk mencatat kebiasaan dan preferensi pengguna. Cookie juga dapat digunakan oleh pengiklan untuk menampilkan iklan sesuai preferensi tersebut.

4. Bagaimana Cookie Bekerja?

Cookie adalah kumpulan data kecil yang menyimpan informasi aktivitas kita dalam penjelajahan situs web. Ketika kalian menulis alamat web, mengeklik hyperlink atau ikon, semua aktivitas tersebut akan dicatat di cookie. Cookie juga dapat menyimpan informasi spesifik dari situs web yang kalian pernah kunjungi. Umumnya, data pada cookie tidak terlalu berbahaya untuk aktivitas di internet. Kecil kemungkinan data pada cookie akan disusupi dengan malware dan mencuri data pribadi kalian. Walaupun begitu, kita bisa mengatur cookie pada peramban untuk tidak menyimpan riwayatBanyak situs web memberikan pilihan kepada kalian akan mengaktifkan cookie atau tidak.

5. Pelacakan Akun

Meskipun fitur cookie dinon-aktifkan, tetapi riwayat aktivitas pada akun tertentu masih dapat dilacak. Ketika kalian membuat akun pada sosial media, kalian telah memberikan izin untuk mencatat aktivitas dengan akun tersebut. Semua catatan riwayat ini disimpan di server, bukan secara lokal di suatu komputer. Biasanya, riwayat ini diberikan kepada pengiklan untuk menampilkan berbagai iklan di sosial media tersebut. Secara umum atau default, fitur ini aktif pada berbagai sosial media. Tenang saja, biasanya pengaturan riwayat akun dapat diatur, termasuk dimatikan.

Perkakas untuk Melindungi Data dan Informasi

Rangkuman TIK #6

Perkakas untuk Melindungi Data dan Informasi


1. Enkripsi

Enkripsi adalah alat keamanan yang sangat berharga untuk pengamanan data pada komunikasi data. Enkripsi adalah suatu metode yang mengodekan data sebelum dikirim melalui jaringan komputer. Data tersebut disandikan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dibaca sebelum dikembalikan ke bentuk aslinya (di-decrypt). Dengan enkripsi, data yang menyebar dalam jaringan komputer, atau dalam bentuk lainnya tidak dapat dibaca tanpa di dekripsi. Metode ini membuat data menjadi lebih aman. Saat ini, aplikasi bertukar pesan pada ponsel pintar telah banyak menggunakan teknik enkripsi dalam berkomunikasi. Whatsapp sebagai salah satu aplikasi dapat diatur untuk mendapatkan enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption)

2. Antivirus


Merebaknya malware atau virus menyebabkan pengguna merasa terganggu ketika bekerja dan takut ketika bertransaksi di internet. Beberapa alat dan perangkat lunak telah tersedia untuk membantu pengguna melindungi peranti dan file dari gangguan virus. Perangkat lunak di antaranya adalah antivirus atau anti-malware. Perangkat lunak antivirus akan mencari virus/malware di komputer dengan menggunakan dua cara berikut. Pertama, jika kalian telah memasang antivirus di komputer, saat kalian memasang peranti baru, seperti kamera, printer atau drive USB ke komputer, antivirus akan melakukan pemindaian semua file yang berhubungan dengan peranti tersebut. Kedua, teknik kedua yang dilakukan oleh perangkat lunak anti-malware ialah memantau sistem komputer untuk aktivitas yang ditetapkan sebagai “kegiatan virus”.


3. Aplikasi Terpercaya


Saat ini, dengan merebaknya malware, sebagian besar produsen sistem operasi telah menambahkan fitur ke sistem operasi mereka. Sistem operasi ini memberi peringatan kepada pengguna bahwa seharusnya semua perangkat lunak di komputer atau perangkat seluler berasal dari pengembang asli yang bersertifikat. Pengembang perangkat lunak dapat mengajukan permohonan ke produsen sistem operasi, misalnya, Apple, Microsoft, atau Google, untuk sertifikat digital. Jika telah memiliki sertifikat digital, aplikasi apa pun yang dibuat oleh pengembang akan memiliki sertifikat digital yang menempel dan merupakan aplikasi tepercaya (trusted application). Beberapa produk membolehkan fitur trusted application dimatikan. Dengan ini, aplikasi yang dikembangkan dapat dijalankan di ponsel/komputer. Namun, menggunakan aplikasi yang belum memiliki sertifikat sangat berisiko.


4. Alat Otentikasi


Mekanisme keamanan berikutnya adalah otentikasi (authentication. Otentikasi dilakukan untuk memastikan dan mengonfirmasi bahwa suatu objek adalah otentik atau asli. Otentikasi dapat diterapkan pada beberapa objek, seperti situs web, user, surel, dokumen, dll. Pertama, situs web sebagai salah satu sumber daya yang banyak digunakan di internet. Situs web dapat diotentikasi bahwa situs tersebut adalah otentik. Kedua, otentikasi pengguna yang umumnya umumnya menggunakan username dan password. Banyak kejahatan peretasan terjadi karena otentikasi pengguna ini. Ketiga, biometrik adalah karakteristik biologis yang unik, termasuk sidik jari, pola suara, struktur wajah, geometri tangan, pola mata (iris atau retina), dan DNA. Terakhir, ada otentikasi multifaktor yang merupakan metode lain akibat banyaknya usaha peretasan.