Sunday, February 9, 2025

Tradisi Imlek: Lampion

Kelompok Rawon: Claudia, Earlene, Fernando, Ritzh, Warren (9A)

    Lampion memiliki arti penting dalam perayaan imlek, yang merupakan tahun baru bagi masyarakat Tionghoa. Lampion dapat disebut dengan "Deng Long" dalam bahasa mandarin. "Deng" berarti lampu atau  cahaya dan "Long" berarti sangkar. Sejarah lampion dimulai dari ribuan tahun yang lalu. Lampion bermula pada zaman Dinasti Han.

    Lampion pertama kali digunakan dalam festival untuk menandai awal musim semi. Lampion juga menjadi simbol harapan akan keberuntungan. Pada saat itu, lampion terbuat dari bahan alami seperti kertas dan bambu yang diisi dengan lilin atau minyak agar dapat menyala di malam hari. Lampion sering dijadikan penerang.

    Filosofi di balik lampion sangat dalam dan mengandung makna spiritual. Lampion melambangkan cahaya yang meberikan harapan dan mengusir kegelapan. Dalam konteks imlek, lampion dianggap membawa berkah dan keberuntungan bagi keluarga. Saat lampion dinyalakan, mereka menciptakan suasana yang penuh keceriaan. 

    Dengan menggantungkan lampion di dekat pintu masuk rumah, dipercayai dapat menarik energi positif. Lampion juga dapat mengusir energi negatif. Selama perayaan imlek, lampion sering didekorasi dengan simbol keberuntungan. Lampion ini tidak hanya dipajang di rumah.

    Lampion juga sering dibawa dalam parade dan festival di jalanan. Masyarakat berkumpul untuk menikmati keindahan lampion yang beranekaragam. Selain itu, lampion juga dianggap serbagai simbol panjang umur dan kesejahteraan. Jadi, budaya lampion harus dilestarikan.

Sunday, January 19, 2025

Cara Membuat Kue Melati

Kelompok Rawon: Claudia, Earlene, Fernando, Ritzh, Warren (9A)

Bahannya :
  • 200 gr margarin
  • 150 gr butter
  • 3 kuning telur
  • 200 gr gula halus
  • 500 gr tepung terigu protein rendah
  • 50 gr tepung maizena
  • 50 gr susu bubuk
  • 1/2 sdt vanili
  • choco chips secukupnya
Alat :
  • Baskom
  • Spatula
  • Mixer
  • Oven
  • Cetakan semprit melati
  • Sendok
  • Saringan
  • Timbangan
  • Loyang
  • Plastik segitiga
Tujuan pembuatan kue ini adalah untuk dipajang dan dikonsumsi di perayaan hari imlek dan perayaan hari raya lainnya.

Langkah - langkah :
  1.  Siapkan semua alat dan bahan.
  2. Timbang bahan sesuai dengan takaran yang tertera di atas.
  3.  Masukkan mentega, margarin, dan gula halus ke dalam baskom.
  4. Campurkan mentega, margarin, dan gula halus, dengan menggunakan mixer.
  5. Mixer mentega, margarin, dan gula halus hingga berwarna lembut dan kuning pucat dengan kecepatan pertama.
  6. Lalu matikan mixer.
  7. Masukkan tepung terigu protein rendah ke saringan.
  8. Campurkan tepung terigu protein rendah secara perlahan sambil diayak menggunakan saringan dan diaduk dengan menggunakan spatula.
  9. Setelah itu masukkan tepung maizena dan susu bubuk ke saringan.
  10. Lalu, campurkan tepung maizena dan susu bubuk secara perlahan sambil diayak menggunakan saringan dan diaduk dengan spatula.
  11. Aduk semua bahan hingga tercampur rata.
  12. Lalu masukkan kuning telur secara bertahap sambil diaduk dengan menggunakan spatula.
  13. Lalu masukkan vanili dan aduk hingga rata.
  14. Siapkan cetakan semprit kue melati dan plastik segitiga.
  15. Masukkan adonan ke dalam plastik, pasang sprit dan potong ujung plastiknya.
  16. Siapkan loyang, lapisi dengan kertas baking. Panaskan oven.
  17. Semprotkan ke loyang secukupnya hingga membentuk bunga melati.
  18. Hias dengan chocochips.
  19. Panggang di dalam oven selama kurang lebih 25 menit.

Tutorial Menghidupkan Komputer, Mengakses Blogger.com, dan Mematikan Komputer dengan Baik dan Benar

  1. Nyalakan CPU dengan menekan tombol Power.
  2. Tekan tombol Power pada monitor.
  3. Login ke suatu akun pada komputer untuk pergi ke 'Home'.
  4. Buka salah satu browser, seperti Chrome, Edge, dll.
  5. Pergi ke website blogger.com.
  6. Masuk / sign-in ke akun yang kalian punya dengan email dan password.
  7. Tekan new post untuk membuat post baru. 
  8. Setelah selesai, simpan dengan tekan Preview > Save. Jika mau langsung Publish tinggal tekan tombol Publish.
  9. Tutup browser dengan menekan tombol X (Close).
  10. Tekan tombol Windows > Power > Shut down untuk mematikan komputer.
  11. Matikan CPU dengan menekan tombol Power.

Kegiatan Praktikum IPA - Rabu, 8 Januari 2025

Kelompok Rawon: Claudia, Earlene, Fernando, Ritzh, Warren (9A)

Teori Dasar:

Magnet adalah suatu benda yang memiliki kemampuan untuk menarik benda-benda di sekitarnya. Hal ini dapat terjadi karena magnet memiliki medan magnet di dalamnya. Magnet memiliki berbagai sifat atau ciri-ciri, dimana tiga yang umum diantaranya sebagai berikut:

1. Memiliki 2 kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.

2. Apabila kutub yang sejenis didekatkan, maka terjadi tolak menolak.

3. Apabila kutub yang berbeda didekatkan, maka terjadi tarik menarik.

Kita dapat 'membuat' magnet dengan menggunakan satu magnet, atau dengan lebih spesifik, kita dapat membuat suatu barang memiliki medan magnet dengan satu magnet. Terdapat tiga cara, yaitu menggosok, induksi, dan elektromagnetik.

------------------------------------------------------------------------------------------

Percobaan I: Menggosok

Alat dan Bahan: 

  • Magnet
  • Paku, atau barang berbahan besi lainnya

Langkah-langkah: 

  1. Siapkan magnet dan paku.
  2. Gosokkan magnet ke besi dengan satu arah.
  3. Gosok berulang kali hingga paku menjadi magnet.

Kesimpulan:

Paku yang tidak mengandung magnet mampu mempunyai sifat magnet ketika digosokkan dengan magnet berulang-ulang kali. Kutub pada ujung paku yang pertama kali disentuh magnet yang digosokkan dengan paku sama dengan kutub magnet yang menyentuh paku, karena adanya sifat tolak menolak.

------------------------------------------------------------------------------------------

Percobaan II: Induksi

Alat dan Bahan: 

  • Magnet
  • Paku, atau barang berbahan besi lainnya
  • Lakban untuk menahan posisi magnet dan paku

Langkah-langkah: 

  1. Letakkan magnet dan paku sejajar di suatu permukaan, misalnya meja.
  2. Dekatkan magnet dan paku.
  3. Tempel lakban pada magnet dan paku untuk mempertahankan posisinya. Jangan tempel di ujung magnet dan di ujung paku yang didekatkan.
  4. Tunggu hingga beberapa menit, dan paku akan menjadi magnet.

Kesimpulan: 

Ujung paku yang didekatkan dengan magnet akan memiliki kutub selatan. Ujung paku dengan ujung magnet yang didekatkan akan memiliki kutub yang saling berbeda, karena adanya sifat tarik menarik.

------------------------------------------------------------------------------------------

Percobaan III: Elektromagnetik

Alat dan Bahan:

  • Paku
  • Kawat tembaga
  • Baterai
  • Tang
  • Lakban hitam
  • Clip kertas

Langkah-langkah: 

  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Lebihkan sedikit kawat sebelum dililitkan ke paku 
  3. Lilitkan kawat ke paku dengan satu arah (ke depan atau ke belakang).
  4. Sisakan sedikit kawat tembaga di akhir.
  5. Potong kawat tembaga dengan tang.
  6. Bengkokkan ujung-ujung kawat tembaga.
  7. Tempelkan kedua ujung kawat tembaga ke baterai dengan menggunakan lakban hitam.
  8. Tunggu sesaat sampai ada aliran elektromagnetik dari baterai.
  9. Tes magnet buatannya dengan mencoba mendekatkan clip kertas yang sudah dialiri oleh aliran elektromagnetik dengan paku.

Kesimpulan: 

Elektromagnetik adalah cara pembuatan magnet dengan melilitkan kumparan pada paku sehingga dialiri arus listrik, untuk mengatahui mana kutub selatan dan kutub utara magnet buatan kita, kita bisa menggunakam kaidah tangan kanan. Karena saat melilitkan kawat tembaga dari depan ke belakang, tangan kanan kita manganggak ke dalam, sehingga jempol kita menunjuk ke arah kiri, jadi sebelah kiri adalah kutub utara dan sisanya adalah kutub seletan.

------------------------------------------------------------------------------------------

Kesimpulan Akhir: Kita dapat mengubah sebuah benda biasa menjadi sebuah 'magnet', atau dengan lebih spesifik menambahkan medan magnet ke suatu benda, dengan 3 cara: menggosok, induksi, elektromagnetik. 

Sunday, November 3, 2024

Meningkatkan Keamanan Informasi

Rangkuman TIK #7

Meningkatkan Keamanan Informasi


1. Penggunaan Fitur Keamanan pada Sistem Operasi

Salah satu fitur keamanan pada sistem operasi yaitu fitur keamanan yang ada pada Windows 10. Windows 10 memiliki fitur Windows Security. Fitur ini dapat digunakan untuk memproteksi peranti dan data yang ada pada komputer. Beberapa fiturnya yaitu, pertama ada "Virus and threat protection" untuk memonitor/memantau ancaman keamanan di peranti yang kalian miliki. Kedua yaitu "Account protection" yang menyediakan akses login dengan bermacam pilihan dan settings. Ketiga adalah "Firewall and network protection" yang mengelola setelan firewall dan memonitor kegiatan dan aktivitas yang terjadi. Keempat yakni "App control and browser" untuk mengatur Microsoft Defender SmartScreen yang digunakan untuk membantu melindungi peranti dari bahaya. Ada juga banyak lainnya yang tersedia pada Windows Security.

2. Penggunaan Fitur Keamanan pada Peramban

Ketika kalian searching di internet, pasti ada kemungkinan untuk tersusupi oleh berbagai ancaman. Namun, dengan berkembangnya teknologi keamanan informasi, perangkat lunak peramban menjadi makin aman. Ada beberapa fitur penting dari peramban yang harus kalian ketahui. Pertama, periksalah alamat situs. Kedua, yakinkan simbol keamanan. Ketiga, lakukanlah pembaruan berkala pada peramban.

3. Pelacakan pada Peramban

Saat kalian menggunakan peramban untuk searching di internet, seluruh riwayat penjelajahan kita akan disimpan oleh peramban. Semua situs web yang kalian kunjungi dan jelajahi akan disimpan dalam cookie di peramban. Pelacakan dan penyimpanannya pada cookie digunakan untuk memaksimalkan kinerja dari peramban. Namun, data pada cookie juga dapat digunakan untuk mencatat kebiasaan dan preferensi pengguna. Cookie juga dapat digunakan oleh pengiklan untuk menampilkan iklan sesuai preferensi tersebut.

4. Bagaimana Cookie Bekerja?

Cookie adalah kumpulan data kecil yang menyimpan informasi aktivitas kita dalam penjelajahan situs web. Ketika kalian menulis alamat web, mengeklik hyperlink atau ikon, semua aktivitas tersebut akan dicatat di cookie. Cookie juga dapat menyimpan informasi spesifik dari situs web yang kalian pernah kunjungi. Umumnya, data pada cookie tidak terlalu berbahaya untuk aktivitas di internet. Kecil kemungkinan data pada cookie akan disusupi dengan malware dan mencuri data pribadi kalian. Walaupun begitu, kita bisa mengatur cookie pada peramban untuk tidak menyimpan riwayatBanyak situs web memberikan pilihan kepada kalian akan mengaktifkan cookie atau tidak.

5. Pelacakan Akun

Meskipun fitur cookie dinon-aktifkan, tetapi riwayat aktivitas pada akun tertentu masih dapat dilacak. Ketika kalian membuat akun pada sosial media, kalian telah memberikan izin untuk mencatat aktivitas dengan akun tersebut. Semua catatan riwayat ini disimpan di server, bukan secara lokal di suatu komputer. Biasanya, riwayat ini diberikan kepada pengiklan untuk menampilkan berbagai iklan di sosial media tersebut. Secara umum atau default, fitur ini aktif pada berbagai sosial media. Tenang saja, biasanya pengaturan riwayat akun dapat diatur, termasuk dimatikan.

Perkakas untuk Melindungi Data dan Informasi

Rangkuman TIK #6

Perkakas untuk Melindungi Data dan Informasi


1. Enkripsi

Enkripsi adalah alat keamanan yang sangat berharga untuk pengamanan data pada komunikasi data. Enkripsi adalah suatu metode yang mengodekan data sebelum dikirim melalui jaringan komputer. Data tersebut disandikan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dibaca sebelum dikembalikan ke bentuk aslinya (di-decrypt). Dengan enkripsi, data yang menyebar dalam jaringan komputer, atau dalam bentuk lainnya tidak dapat dibaca tanpa di dekripsi. Metode ini membuat data menjadi lebih aman. Saat ini, aplikasi bertukar pesan pada ponsel pintar telah banyak menggunakan teknik enkripsi dalam berkomunikasi. Whatsapp sebagai salah satu aplikasi dapat diatur untuk mendapatkan enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption)

2. Antivirus


Merebaknya malware atau virus menyebabkan pengguna merasa terganggu ketika bekerja dan takut ketika bertransaksi di internet. Beberapa alat dan perangkat lunak telah tersedia untuk membantu pengguna melindungi peranti dan file dari gangguan virus. Perangkat lunak di antaranya adalah antivirus atau anti-malware. Perangkat lunak antivirus akan mencari virus/malware di komputer dengan menggunakan dua cara berikut. Pertama, jika kalian telah memasang antivirus di komputer, saat kalian memasang peranti baru, seperti kamera, printer atau drive USB ke komputer, antivirus akan melakukan pemindaian semua file yang berhubungan dengan peranti tersebut. Kedua, teknik kedua yang dilakukan oleh perangkat lunak anti-malware ialah memantau sistem komputer untuk aktivitas yang ditetapkan sebagai “kegiatan virus”.


3. Aplikasi Terpercaya


Saat ini, dengan merebaknya malware, sebagian besar produsen sistem operasi telah menambahkan fitur ke sistem operasi mereka. Sistem operasi ini memberi peringatan kepada pengguna bahwa seharusnya semua perangkat lunak di komputer atau perangkat seluler berasal dari pengembang asli yang bersertifikat. Pengembang perangkat lunak dapat mengajukan permohonan ke produsen sistem operasi, misalnya, Apple, Microsoft, atau Google, untuk sertifikat digital. Jika telah memiliki sertifikat digital, aplikasi apa pun yang dibuat oleh pengembang akan memiliki sertifikat digital yang menempel dan merupakan aplikasi tepercaya (trusted application). Beberapa produk membolehkan fitur trusted application dimatikan. Dengan ini, aplikasi yang dikembangkan dapat dijalankan di ponsel/komputer. Namun, menggunakan aplikasi yang belum memiliki sertifikat sangat berisiko.


4. Alat Otentikasi


Mekanisme keamanan berikutnya adalah otentikasi (authentication. Otentikasi dilakukan untuk memastikan dan mengonfirmasi bahwa suatu objek adalah otentik atau asli. Otentikasi dapat diterapkan pada beberapa objek, seperti situs web, user, surel, dokumen, dll. Pertama, situs web sebagai salah satu sumber daya yang banyak digunakan di internet. Situs web dapat diotentikasi bahwa situs tersebut adalah otentik. Kedua, otentikasi pengguna yang umumnya umumnya menggunakan username dan password. Banyak kejahatan peretasan terjadi karena otentikasi pengguna ini. Ketiga, biometrik adalah karakteristik biologis yang unik, termasuk sidik jari, pola suara, struktur wajah, geometri tangan, pola mata (iris atau retina), dan DNA. Terakhir, ada otentikasi multifaktor yang merupakan metode lain akibat banyaknya usaha peretasan.

Sunday, October 27, 2024

Keamanan Data dan Informasi

Rangkuman TIK #5

Keamanan Data dan Informasi

    Keamanan data dan informasi terdiri atas tiga kata, yaitu keamanan, data, dan informasi. Keamanan secara fisik dapat dianalogikan dengan perlindungan sebuah gedung, seseorang, organisasi atau negara dari ancaman kejahatan. Data berasal dari kata dalam bahasa Latin, datum, yang artinya fakta, keterangan yang benar, dan nyata yang dapat diobservasi dan dikumpulkan dari sumber data. Dalam bidang Informatika, data disimpan dalam bentuk yang dapat diproses oleh komputer, seperti tepresentasi digital dari teks, angka, gambar, grafis, suara (audio), atau video. Informasi adalah makna yang disampaikan oleh serangkaian representasi yang merupakan hasil pemrosesan data. 

    Istilah “hacking/peretasan” diartikan sebagai tindakan merusak yang dilakukan oleh penjahat atau yang disebut peretas. Peretas adalah individu yang melakukan aktivitas peretasan, seperti membobol sistem komputer dan melepaskan virus komputer untuk mencuri dan mengakses berbagai hal. Peretas juga merusak situs web, melakukan serangan ke situs web, dan lain-lain. Padahal, sebelumnya peretas adalah istilah yang positif. Evolusi dari peretasan adalah: (1) Era 1 (1960-an dan 1970-an), saat peretasan adalah istilah yang positif, (2) Era 2 ( akhir 1970-an hingga akhir 1990-an), ketika peretasan memiliki arti yang lebih negatif; (3) Era 3(akhir 1990-an hingga saat ini), dengan pertumbuhan Web, e-commerce, dan smartphone batas antara positif dan negatif menjadi kabur.

    Untuk melakukan aksinya, peretas menggunakan tools/perkakas yang beragam dan berbagai jenis malware (malicious software) seperti virus, worm, trojan horse, rekayasa sosial, phising, pharming, spyware, ransomware, backdoor, dan botnet. Virus adalah perangkat lunak yang menempel pada perangkat lunak lain. Worm mirip dengan virus, tetapi tidak perlu menempel ke program lain agar dapat berfungsi. Worm dirancang untuk mengeksploitasi kelemahan sistem tertentu. Trojan horse merupakan malware yang tampak seperti aplikasi perangkat lunak jinak, tetapi perangkat lunak ini membawa komponen yang jahat di dalamnya. Untuk rekayasa sosial, jika sebelumnya virus menggunakan celah keamanan teknis, teknik rekayasa sosial melakukan manipulasi pengguna, yaitu orang untuk mengeluarkan informasi atau melakukan tugas yang melanggar protokol keamanan. 

    Phishing adalah kejahatan dimana target dihubungi melalui surel, telepon, atau pesan teks oleh seseorang yang menyamar dari lembaga sah untuk mengelabui target agar memberikan data sensitifPharming adalah usaha untuk memikat pengguna internet untuk masuk ke situs web palsu, dimana peretas akan mencuri data pribadi penggunanya. Spyware adalah malware yang dapat memantau dan merekam aktivitas pengguna di komputer atau perangkat selulerRansomware adalah malware yang mampu mengenkripsi beberapa atau semua file di komputer atau perangkat seluler dan kemudian menampilkan pesan yang menuntut pembayaran kunci untuk mendekripsi file. Backdoor adalah perangkat lunak yang mampu untuk mendapatkan akses ke suatu sistem komputer dengan melewati lapisan security normal. Terakhir, botnet adalah pasukan terkoordinasi dari perangkat yang telah disusupi oleh virus.